Minggu, 18 Agustus 2013

SINTAKSIS BAHASA INDONESIA SANG PERBA


BAHASA INDONESIA “SINTAKSIS” Makalah ini di Kerjakan Untuk Memenuhi Salahsatu Tugas Dari Dosen Pembingbing : Ai Nuraeni, S.Pd, M.Pd Di Susun Oleh : 1. Rahmat Hidayat 2. Nur Rizal Gilang Perdana 3. Ayu Khoerunisa 4. Tin Tin Kusmiranti PROGRAM STUDI BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS GARUT TAHUN 2012 – 2013 DAFTAR ISI Daftar isi …………………………………………………… 1 Bab I Pendahuluan .....…………………………………....... 2 A. Latar Belakang .…………………………………………. 2 B. Rumusan Masalah ……………………………………… 2 C. Tujuan Penul…………………………………………….. 2 Bab II Pembahasan ………………………………………… 3-4 A. Struktur kategori dan makna frase………………….. 4-5 B. Pengertian Sintaksis…………………………………… 5 C. Struktur Sintaksis …......…………………………... 6 Bab III Penutup ................................................................. 7 Kesimpulan ....................................................................... 7 Daftar Pustaka................................................................... 7 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mengapa suatu bahasa satuan sintaktis yang menjadi unsur kalimat? Masing-masing frase dan klause. Sesuai dengan fungsinya sebagai unsur dan satuan sintaktis, keduanya dibahas menurut pemakaiannya dalam kalimat. Pertanyaan ini muncul sebagai pemahaman tentang struktur frase dan klause yang dapat menunjang kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Materi kuliah ini akan bermanfaat bagi Anda untuk mempelajari mata kuliah membaca dan menulis. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian sintaksis? 2. Bagaimana mempelajari dan manfaat tentang sintaksis? 3. Bagaimana membedakan antara frase dan klause? C.Tujuan Penulis Dapat mengidentipikasi struktur klause yang tepat dalam kalimat tunggal. Setiap kegiatan pastilah ada tujuan tertentu yang ingin dicapai,demikian juga yang dilakukan penulis dalam perbuatan makalah ini.Adapun tujuan penulis membuat makalah ini adalah bertujuan untuk: 1. Dapat mengidintipikasi makna struktur flase bahasa indonesai 2. Menjelaksan tentang frase klause,kalimat 3. Dapat mengidentifikasi jenis flase bahasa indonesia menurut struktur fungsionalnya 4. Dapat mengidentipikasi jenis pelase indonesia menurut struktur menurut kategorinya 2 BAB.II PEMBAHASAN Pengertian flase adalah satuan sintaktik yang terdapat sebuah gatra kalimat. Menurut struktur fungsionalnya,flase dapat digolongkan atas flase endosentrik dan flase eksosentik. Flase eksosentik adalah flase yang mempunyai distribusi dan fungsi yang sama dengan salah satu atau semua unsur langsungnya.flase yang mempunyai distribusi dan fungsi yang sama dengan salah satu unsurnya termasuk flase bertingkatnya. Salah satu ungsur flase bertingkat berfungsi sebagai unsur yang diterangkan (D), dan unsur lainya berfungsi sebagai unsur yang menerangkan. Berdasarkan urutannya,struktur flase bertingkat ada yang berpola DM, dan ada pula yang berpola MD. Flase yang mempunyai distribusi dan fungsi yang sama dengan semua unsur langsungnya termasuk flase endosentrik yang setara. Dalam hal ini unsur-unsur langsung flase tersebut mempunyai tugas yang sama. Bahasa tentang strutur katagori dan makna flase dapat disederhanakan seperti berikut. Katagori frase ditentukan berdasarkan kata gori atau jenis kata yang memiliki distribusi yang sama dengan frase yang bersangkutan. Kategori frase (FB), misalnya, mempunyai disteribusi yan sama dengan kategori atau jenis kata benda (KB), kesamaan distribusi ini dijelaskan menurut kemungkinan gatra kmungkinan yang di tenpati frase atau kalimat tersebut 3 Sesuai dengan pola dasar kalimat, ada enam kategori frase yang digunakan utuk mengisi garta-gatra kalimat. Masing-masing adalah frase benda (FB), frase kerja (FK), frase sifat (FS), frase bilangan (FB1), frase keterangan (FKt), dan frase depan (FD). A. Struktur kategori dan makna frase Struktur kategori frase dijelaskan oleh hubungan di antara kategori unsur-unsurnya. Pola dasar struktur kategorinya ditentukan oleh kategori unsur-unsur langsung frase yang dimaksud.unsur langsung sebuah frase bisa berupa kata dan bisa pula berupa frase. Frase yang menjadi unsur sebuah frase yang melenkapinya merupakan frase bawahan. Untuk membedakan kedudukan kedua macam frase itu,digunakasan istilah “frase atasan” dan”frase bawahan”. Sehubungan dengan itu, dalam pola dasar struktur kategori frase,unsur langsung frase hanya disebutkan kategorinya, tanpa disebutkan satuan gramatisnya. Contoh:FB=b+b. Struktur makna sebuah frase menunjukan makna frase berdasarkan hubungan struktural di antara unsur langsung frase tersebut. Frase kepala desa dan kepala manusia mempunyai struktur pengsiunan yang sama (DM) dan struktur kategori yang sama pula (FB=b+b). Walaupun demikian,kedua frase itu dibedakan oleh makna strukturalnya. Mkna strukturalnya kepala desa menunjukan “pelaku” dengan “penderita”,sedangkan frase kapala manusia menunjukan hubungan “bagian” dengan keseluruhan “.frase sawah ladang dan makan minum, misalnya, merupakan frase setara. 4 Perbedaanya terletak pada struktur kategorinya. Frase makan minum berstruktur kategori FB=b+b, sedangkan frase makan minum berstruktur kategori FK=k+k. Makna struktural kedua frase itu menunjukan hubungan “penjumlahan” atu “pemilihan”, kejelasanmakna strutural frase tersebut dapat di tegaskan melalui pemakaian kata penghubungan “dan”, “atau”. Struktur kalimat sederhana ditentukan adanya gtra wajib dengan unsur-unsurnya yang wajib pula. Dalam pemakaian kalimat struktur kalimat sederhana dapat diperluas dengan dua macam cara: a. Memperluas unsur gatra dengan menambahkan unsur-unsur pilihan yang sesuaia dengan kategori dan makna strukturalnya. b. Memperluas struktur kalimat sederhana dengan gatra tambahan yang bersifat mana suka atau pakultatif Ketidak pahaman dalan mengguakan cara pertama menyebabkan timbulnya kalimat-kalimat yang kacau struturalnya. Kekacauan ini biasanya terjadi pada pemakaian kata “adalah” dan perluasan GB yang berpasangan dengan K transitif. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan adanya pengetahuan tentang kesesuaian unsur fungsional dengan kategori dan makna strukturalnya. B. Pengertian Sintaksis Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti “dengan” dan kata tattein yang berarti “menempatkan”. Jadi, secara etimologi berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat 5 C. Struktur Sintaksis Secara umum struktur sintaksis terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K) yang berkenaan dengan fungsi sintaksis. Nomina, verba, ajektifa, dan numeralia berkenaan dengan kategori sintaksis. Sedangkan pelaku, penderita, dan penerima berkenaan dengan peran sintaksis. Eksistensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh urutan kata, bentuk kata, dan intonasi; bisa juga ditambah dengan konektor yang biasanya disebut konjungsi. Peran ketiga alat sintaksis itu tidak sama antara bahasa yang satu dengan yang lain. 6 BAB III PENUTUP Kesimpulan Memahami apa itu Sintaksis sangat penting, dan di dalam memahaminya terdapat metode yang menjelaskan tentang Sintaksis. Sintaksis Bahasa Indonesia terdapat struktur pengertian yang diantaranya : a. Frase Bahasa Indonesia dan struktur fungsi b. Struktur kategori dan makna frase c. Struktur (K) frase dalam kalimat tunggal. Mudah-mudahan makalah yang kami buat bayak manfaatnya bagi kita semua dan bisa mengamalkannya dalam hidup untuk menyempurnakan ibadah kita. (Amin).. DAFTAR PUSTAKA Arifin, Zaenal dan Junaiyah. 2008. Sintaksis. Jakarta: Grasindo Ramlan, M. 1985. Sintaksis. Yogyakarta: C.V. Karyono Tarigan, Henry Guntur. 1984. Pengajaran Sintaksis. Bandung: Angkasa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar